Riset Multidisiplin UNSIKA Kembangkan Model IQ, EQ, dan SQ pada Anak Usia Dini Berbasis Posyandu Menuju Indonesia Emas 2045

ADERA UNSIKA – Bersama Mengembangkan Potensi Anak untuk Generasi Indonesia Masa Depan
Dokumentasi Riset ADERA UNSIKA
Dokumentasi Riset ADERA UNSIKA.
Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) terus mengembangkan penelitian bertajuk “Model Pengembangan IQ, EQ dan SQ pada Anak Usia Dini Berbasis Posyandu Menuju Indonesia Emas 2045.” Penelitian ini merupakan upaya untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini melalui pengembangan aspek kognisi, sosial-emosional, dan spiritual (agama-moral).

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penelitian dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 bertempat di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Ali Nurdin, MA. dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sebagai reviewer.

Penelitian ADERA merupakan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan dosen dari Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA. Kolaborasi ini memadukan perspektif pendidikan, agama, kesehatan, dan perkembangan anak untuk mendukung pemahaman tumbuh kembang anak secara lebih menyeluruh.

Dokumentasi Kegiatan Monev
Tahapan Riset ADERA

Saat ini, Riset ADERA telah memasuki tahap pengumpulan data dan analisis awal, dengan cakupan penelitian di 7 provinsi dan 13 kota serta sasaran anak usia 4–6 tahun.

Kegiatan observasi dilakukan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak, dengan fokus pada aspek kognisi, sosial-emosional, dan spiritual (agama-moral).

Pengembangan Luaran Penelitian

Sebagai bagian dari pengembangan luaran, Riset ADERA diarahkan pada penyusunan tiga artikel ilmiah yang berkaitan dengan IQ, SQ, dan EQ, serta penggunaan Kartu ADERA dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ke depan, Kartu ADERA juga diarahkan untuk dikembangkan dan diajukan sebagai Hak Paten, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi software atau aplikasi, sehingga manfaat, pemanfaatan, dan keberlanjutan inovasi dapat diperluas.

Melalui kolaborasi lintas disiplin dan dukungan berbagai pihak, Model Pengembangan IQ, EQ dan SQ pada Anak Usia Dini Berbasis Posyandu Menuju Indonesia Emas 2045 diharapkan terus berkembang sebagai inovasi yang memberikan manfaat bagi anak, orang tua, pendidik, dan masyarakat, sekaligus mendukung upaya menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.